Perkembangan Anak Sesuai Umurnya

Berbicara soal perkembangan anak, tentunya merupakan hal yang sangat menarik sekaligus perlu diketahui oleh semua ibu yang ada di dunia ini untuk mengetahui tahapan perkembangan anak sesuai usianya selain itu juga untuk mencegah hal yang tidak diinginkan dan agar bisa melakukan pencegahan apabila terjadi hal yang kurang sesuai dengan perkembangan anak yang dimaksud. Perkembangan anak sesuai umurnya ini juga sangat penting untuk diketahui dan sangat penting untuk orang tua dalam memilih kegiatan dan juga memilih barang untuk anaknya yang sesuai dengan umurnya, seperti dalam memilih mainan, memilih hiburan, memilih kegiatan dan aktivitas yang sesuai dengan perkembangan anak.

Sebetulnya, sejak masih di dalam kandungan, anak yang masih berupa janin sudah terjadi perkembangan yang sesuai dengan usia atau dengan umurnya, mulai dari pembentukan dan juga perkembangan otak dan psikologis anak tersebut. Sebagai contoh, pada usia janin sekian bulan sudah terdengar detak jantung, pada usia janin sekian bulan sudah terbentuk otak, badan, tangan, kepala, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan perkembangan psikologisnya. Janin yang masih berada di dalam perut ternyata juga bisa merasakan dan bahkan menyerap emosi yang dirasakan oleh ibunya.

Perkembangan anak sesuai umurnya ini ternyata bukan hanya bisa diamati ketika anak tersebut lahir ke dunia, namun ternyata sudah bisa diukur dan dirasakan ketika anak masih ada di dalam perut. Bagaimana tahap perkembangan anak sesuai umurnya yang bisa diamati langsung ketika anak sudah lahir ke dunia? Berikut ini adalah penjelasan dari perkembangan anak sesuai umurnya yang bisa dilihat dan diamati secara langsung.

  • Masa bayi atau infancy

Pada masa bayi ini atau yang juga dikenal dengan masa infancy merupakan perkembangan anak sesuai umurnya yang ada pada rentang 0 sampai 12 bulan. Pada tiga bulan pertama masa ini anak memberikan sinyal untuk rasa lapar, tidak nyaman, dan mengantuk dengan cara menangis. Sangat dianjurkan bagi para orang tua dalam menghadapi masa ini dengan penuh pengertian bahwa bayi yang menangis tidak selalu berarti kesakitan, namun bisa jadi hanya lapar atau mengantuk.

  • Masa toddler

Perkembangan anak pada umurnya yan selanjutnya yaitu adalah masa toddler yang berlaku dari usia 1 sampai 3 tahun. Pada masa ini, anak sudah mulai belajar dan bisa merangkak, berjalan, hingga berlari. Perlu diketahui bahwa tidak perlu terburu terburu menginginkan anak Anda mencapai perkembangan tertentu karena semua memiliki masa tersendiri dalam batas yang wajar dan normal. Selain itu, perkembangan motoriknya juga cukup pesat dalam masa ini, diiringi oleh perkembangan Bahasa, social, dan kecerdasan anak.

  • Masa pra-sekolah

Perkembangan anak sesuai umurnya pada masa pra-sekolah ini dinilai yang paling jelas dan juga sudah dianggap sebagai perkembangan yang bisa dikembangkan lagi pada masa usia selanjutnya. Perkembangan anak sesuai umurnya pada masa ini berkisar antara usia 5 hingga 5 tahun. Perkembangan yang terjadi antara lain adalah perkembangan kemandirian dan sosialnya. Anak sudah dapat bersosialisasi dengan anak anak lainnya di sekolah, sudah mandiri untuk buang air dan melakukan aktifitas pribadi sendiri seperti membuka dan memakai pakaian, sepatu, membereskan mainan, dan juga anak sudah menunjukkan emosionalnya seperti perasaan kasihan, terkejut, semangat, senang dan tidak senang, dan sebagainya. Pada usia ini juga anak sudah memiliki preferensi pribadi mengenai hal apa saja yang disukai dan tidak disukainya, hingga hal yang ingin dan tidak ingin dilakukan yang menyebabkan keadaan emosional tertentu karena anak sudah bisa menilai.

Leave a Comment